Tampilkan postingan dengan label Indonesian food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian food. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Lemang, Lamang, atau Rires

ketan hitam
ketan putih
Lagi-lagi tentang makanan, kali ini kita akan bahas mengenai lemang (batak) atau lamang (padang) atau rires (karo). Apaan tuh? ya makanan lah.. kan tadi udah dibilang tentang makanan.
hehehe.. off to our main topic.




daun pisang
bambu
 Naah, makanan ini, kita sebut salah satu aja lah ya, cape klo semua disebut, berhubung saya dari suku karo, kita sebut saja rires. Rires ini adalah makanan yang bahan dasar utamanya adalah beras ketan. gaulnya mah pulut. Si beras ketan ini, di olah dengan santan, garam, daun pandan ,dan beberapa rempah-rempah, dimasukin ke dalam ruas bambu yang didalamnya udah dilapisin daun pisang.. Yang bikin agak ribet, masaknya bukan dengan kompor, atau dibakar langsung tapi, lebih tepat kalo dibilang didekatkan ke api gitu deh... ngerti gak? Jadi intinya, si bambu yang sudah berisikan beras ketan yang sudah diolah itu, dimasak dengan menggunakan api, tapi gak kena langsung ke apinya, paling banter cuman kena jilatan-jilatan api gitu. Nah, gara-gara itu, jadi waktu masaknya agak lama sob... kurang lebih 6 jam, boleh lebih... karena katanya, makin lama dimasak, makin tahan lama. Yaah.. asal jangan sampe gosong aja.. Oia, beras ketan yang digunain bisa yg hitam atau putih, tergantung selera. tapi lazimnya pake yang putih.



rempah-rempah
 Rires ini ada dimana-mana, Aceh, Medan, Padang, Kalimantan, dll. Perbedaannya adalah cita rasanya, yang berasal dari penggunaan rempah-rempah, jadi beda daerah beda rasa. Di Aceh, riresnya pake bawang putih. Kalo di Medan, suku karo dan batak menambahkan, bawang putih dan merica. Kalo di padang, cuman pake santan doang. Kalo yang di kalimantan, riresnya orang dayak, saya ga tau, belum pernah nyobain, kalo ada yang mau kasih, diterima dengan senang hati kok :D.
 Nah, itu resep rires original, sudah bisa tebak kan cita rasa utamanya pasti gurih.

Tapi, sekarang udah ada yang mencoba membuat terobosan baru, yaitu rires manis, dengan berbagai isi, misal pisang, stroberi, dll.. ide yang bagus, tapi saya ga tau enak apa engganya ya, belum pernah nyoba, Sekali lagi, kalo ada yang mau kasih, diterima kok.. :D. 

Nah, di Bandung, kalo mau cobain rires/lemang versi batak, ada di depan GBKP jalan lombok, n depan HKBP jalan Jakarta setiap hari minggu. Kalo yang versi Padang ada di jalan terusan jalan jakarta, yang udah deket arcamanik itu lho, sekitar depan terminal antapani, di gerobak tulisannya "LAMANG TAPAI" setiap hari, kayaknya. Monggo yang penasaran bisa dibeli.

new update 26/10/2012 : di dipati ukur juga ada, gue lupa namanya, tapi kalo ga salah yang jualan lontong sayur medan gitu, dan riresnya uenak banget, most recommended deh.

Selasa, 08 Juni 2010

Terites : Glukosa dari lambung hewan

Manusia makan rumput? bisa aja. Masalah utamanya adalah; Bisakah manusia mencerna selulosa rumput? Jawabannya: Tidak. Manusia tidak memiliki enzim Selulose untuk mencerna selulosa. Jadi, bila manusia memakan rumput utuh-utuh, rumput tersebut akan keluar utuh-utuh juga. hehehe.. agak-agak menjijikkan emang.

Ternyata, suku karo telah lama memiliki solusi dari permasalahan itu. Pada hewan ruminansia; tepatnya di lambung pertama, selulosa dari rerumputan yang mereka makan sudah terurai menjadi karbohidrat-glukosa. Sehingga, rerumputan yang di makan oleh hewan seperti sapi atau kambing itu sudah bisa dicerna oleh pencernaan manusia.

Suku karo mengolah isi lambung pertama hewan ruminansia itu menjadi suatu olahan makanan yang bernama terites atau pagit-pagit atau lazimnya disebut soto karo.

Terites atau pagit-pagit sendiri merupakan olahan murni rerumputan dari lambung pertama sapi/kambing yang diramu dengan berbagai macam rempah-rempah yang beraneka ragam (mengenai resep terites sendiri akan dibahas pada postingan khusus). Cita rasa terites sendiri sangat mmm... uenakkkk.. jangan bayangkan bahwa bahan utamanya adalah kotoran sapi, karena seperti yang sudah dijelaskan bahwa, pencernaan yang berlangsung di tubuh sapi/kambing baru melalui tahap penguraian selulosa. Jasi, belum sampai ke usus besar dan belum menjadi kotoran.

Bagi yang tak ingin ketagihan pada makanan ini, sebaiknya jangan sekalipun mencoba makanan ini. Karena terites memiliki cita rasa tersendiri yang membuat orang-orang ketagihan.Sekali coba, ingin lagi-lagi-lagi dan lagiii...

Sedangkan Soto Karo, sama halnya seperti soto-soto daerah lain, berisi bihun, kol, irisan daging ayam atau babat atau kikil. Bedanya adalah kaldu yang digunakan. Soto pada daerah lain menggunakan kaldu murni atau kaldu dengan campuran air santan kelapa untuk menambah gurihnya cita rasa. Soto medan, menggunankan air sari terites untuk menambah cita rasa yang khas.

Terites juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit maag. Selain itu, kandungan Tanin dalam terites dapat menolong dalam pengobatan beberapa penyakit. Tertarik?

Makanan yang menggoda bukan? Tapi, sayang terites, mulai dilupakan bahkan oleh kalangan suku karo sendiri. Terutama, suku karo yang sudah tinggal di perkotaan. Namun, dapat dipastikan, Umumnya orang karo memiliki pengetahuan tentang makanan ini.

About Me

Foto saya
Bandung, West Java, Indonesia
Thinking crazy, weird and uncommon is not a crime!